PALANGKA RAYA –

BORBEONEWS, Palangka Raya - Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi (TPID) Kalimantan Tengah (Kalteng) mengklaim pihaknya sudah bekerja  maksimal meski belum bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat dalam pengendalian inflasi.

Pada April 2018, Kalteng mengalami inflasi 0,41%, lebih tinggi dibanding rata-rata historis 3 tahun ke belakang pada periode yang sama sebesar 0,25.

Pada bulan April kemarin juga inflasi Kalteng tertinggi dibandingkan dengan Provinsi lainnya di Kalimantan.

"Kita akui bulan April inflasi Kalteng memang agak tinggi, namun bukan berarti kami tidak bekerja secara maksimal. Kondisi dan tantangan jelas selalu berbeda-beda, dan untuk bulan April permasalahannya ada pada kemacetan distribusi," ujar Wakil Ketua TPID Setian, MInggu (6/5/2018).

"Bahkan jika dibandingkan dengan 3 tahun terakhir memang inflasi kita di Kalteng terus meningkat, seperti di awal tahun 2017 kita sudah memasuki inflasi disebabkan ada kejadian pemerintah menarik subsidi tarif listrik, inilah yang kami maksud tantangan di setiap bulan bisa berbeda-beda," lanjutnya.

Untuk April 2018, ada isu nasional keterbatasan pasokan bawang merah akibat adanya anomali cuaca di sentra produksi nasional yang menyebabkan harganya mekonjak naik. (GAZALI/B-5)