PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotawaringin Barat (Kobar) memperkenalkan pupuk organik Bunic di Car Free Day, Pangkalan Bun, Minggu (6/5/2018).

Pupuk tersebut diberi nama Bunic karena memang sengaja mengambil nama pencipta dan pengelolanya, yakni Sutoyo Bunic.

Hari Minggu ini DLH khusus mempromosikan pupuk tersebut di kawasan Car Free Day agar masyarakat yang melewati area tersebut tahu apa itu pupuk Bunic.

Menurut Sutoyo, pembuatan pupuk ini hampir sama dengan pembuatan pupuk pada umumnya yang membedakan hanya waktu pembuatannya.

"Bahan pembuatan pupuk ini berasal dari berbagai bahan organik lainnya seperti daun, kotoran hewan, dan bahan organik lainnya. Untuk lama pembuatannya sampai menjadi pupuk yang bagus itu memakan waktu 60 hari sampai 70 hari sampai warna pupuknya menghitam," kata Sutoyo Bunic, Minggu (6/5/2018).

--page

Pembuatan pupuk ini berbeda dengan pupuk kompos, karena perbedaan yang paling mendasar dari pupuk tersebut selain durasi pembuatannya warnanya juga berbeda.

Kompos warna pupuknya masih coklat, dan masih ada serpihan dari bahan organik yang digunakan untuk membuat pupuk kompos tersebut.

Sedangkan pupuk Bunic warnanya sudah menghitam dan bahan organik yang digunakan sudah hancur semua, sehingga pupuk ini sudah mendekati humus. (HARDI/B-5)