PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Renja, nelayan warga Kelurahan Bereng Bengkel, Kecamatan Sabangau yang harus beralih profesi dalam kondisi banjir saat ini. Kini, ia jadi pengemudi kelotok untuk menyeberangkan masyarakat dari Kota Palangka Raya ke Kelurahan Bereng Bengkel dan sebaliknya.

"Biasanya saya nelayan, nangkap ikan. Sekarang beralih jadi pengemudi fery penyeberangan," kata Renja kepada borneonews.co.id, Minggu (6/5/2018).

Menurutnya, untuk sekali jalan dirinya bersama pengemudi perahu penyeberangan lainnya menetapkan tarif Rp15.000 sekali jalan, berapapun penumpangnya.

"Sekali jalan hitungannya, tidak per orang atau per motor misalnya. Karena kalau yang naik satu orang saja misalnya rugi kita di minyak. Tapi kalau banyak yang naik ya tidak apa-apa, tetap segitu tarifnya karena kan yang kita hitung jaraknya," jelas Renja.

Dengan tarif sebesar itu pun menurut Renja dirinya tidak memperoleh keuntungan yang sangat banyak. Penduduk Bereng Bengkel menurutnya tidak banyak, apalagi tamu yang mau berkunjung dalam kondisi banjir seperti ini. Karenanya angka Rp100.000 per hari itu sudah sangat besar jika memang ada masyarakat yang menggunakan jasanya untuk menyeberang. (TESTI PRISCILLA/B-5)