PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya- Kelurahan Bereng Bengkel, Kecamatan Sebangau, menjadi satu dari sekian banyak kawasan di Kota Palangka Raya yang terendam banjir.

Debit air Sungai Kahayan yang terus meninggi menenggelamkan jalan utama di Kelurahan Bereng Bengkel sepanjang 1,5 kilometer. Akibatnya sebagian warga mulai terisolasi.

"Ini yang terendam parah 1,5 km sekarang, setelah itu ada juga yang terendam tapi masih bisa dilalui dengan sepeda motor. Kalau habis banjir ini pasti jalan utama ini rusak. Karena bukan aspal, jadi ya PR (pekerjaan rumah) lagi untuk warga nanti gotong royong memperbaikinya," kata Mantir Adat Kelurahan Bereng Bengkel, Abah Otet, kepada Borneonews.co.id, Minggu (6/5/2018).

Menurut dia, banjir hampir terjadi setiap tahun. Dan setiap tahun pula warga harus memperbaiki jalan utama itu secara mandiri.

"Ya kita tidak bisa mengeluh karena yang menggunakan jalan kan kita. Kalau kita sendiri tidak memperbaikinya ya kita juga yang kesusahan. Jadi kami tidak pernah mengeluh, kami kerjakan saja dengan gotong royong. Tapi kalau ada bantuan dari pemerintah ya syukur walaupun kami sudah lelah berharap," tandasnya.

--page

Menurut Abah Otet, banjir sudah berlangsung hampir 10 hari. Warga berharap banjir segera surut supaya bisa mengerjakan perbaikan jalan.

"Maklumlah jalan kampung, ada aspalnya hanya sedikit. Sisanya jalan tanah saja. Kalau banjir kan ya otomatis tanahnya tergerus jadi harus ditambah lagi setelah banjirnya kering," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-3)