PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya- Warga di Kelurahan Bereng Bengkel, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya, hingga Minggu (6/5/2018) masih terkepung banjir.

Jalan yang menjadi akses warga satu-satunya terputus sepanjang 1,5 kilometer. Yang mengakibatkan warga hanya bisa menuju ke pemukiman dengan menggunakan transportasi air.

Amat, warga Bereng Bengkel, mengatakan bahwa selama kurang lebih 10 hari musibah banjir, belum pernah ada pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Palangka Raya yang datang berkunjung.

"Jangankan wali kota yang sedang menjabat, yang masih mencalonkan diri saja belum ada yang datang ke sini," kata Amar kepada Borneonews.co.id.

Menurutnya, satu-satunya unsur dari pemilihan kepala daerah (pilkada) yang datang ke Bereng Bengkel hanya dari KPU. Itupun untuk memasang spanduk kampanye setiap paslon wali kota.

--page

"Hanya ada spanduknya, orangnya belum sampai. Kalau pun tidak membantu sebenarnya tidak apa-apa tapi mereka harus melihat kondisi kami kalau sedang banjir seperti ini," tuturnya.

Selama banjir, satu-satunya alat transportasi yang bisa digunakan ialah kelotok yang disulap menjadi fery penyeberangan. Supaya dapat menggunakan jasa kelotok, warga harus membayar Rp15 ribu untuk satu kali perjalanan. Jika harus pulang pergi berarti warga harus membayar Rp30 ribu. (TESTI PRISCILLA/B-3)