PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya- Banjir masih menggenangi sejumlah kawasan di Kelurahan Bereng Bengkel, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya hingga Minggu (6/5/2018).

Menurut warga, musibah banjir sudah berlangsung kurang lebih 10 hari. Akibatnya, titik jalan yang rendah menjadi terendam air sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.

Masyarakat yang akan bepergian melintasi kawasan itu mau tidak mau harus memanfaatkan jasa fery penyeberangan.

Ironisnya, fery penyeberangan itu juga bukanlah kapal fery pada umumnya. Melainkan hanya dua kelotok yang digabungkan sehingga mampu mengangkut maksimal dua buah kendaraan roda dua.

"Nunggu fery, yang tadi sudah penuh," kata Indu Soni, warga Bereng Bengkel kepada borneonews.co.id.

--page

Fery penyeberangan yang hanya mampu memuat beberapa orang dewasa menjadi satu-satunya alat tranportasi masyarakat di Bereng Bengkel untuk keluar dari keterisolasian akibat meluapnya air Sungai Kahayan.

"Mau apa-apa harus nyeberang soalnya. Ke sekolah, pasar, puskesmas, semuanya ada di depan sana. Jadi mau tidak mau kami harus menyeberang," tambah Indu Soni.

Untuk menggunakan jasa fery penyeberangan itu, warga harus membayar sebesar Rp15 ribu per satu kali perjalanan. Sehingga warga Bereng Bengkel yang harus bolak-balik melakukan aktivitas penyeberangan harus merogoh kocek hingga Rp30 ribu. (TESTI PRISCILLA/B-3)