BORNEONEWS, Palangka Raya- Menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di 10 kabupaten dan 1 kota pada 27 Juli 2018, jumlah pemilih di Kabupaten Seruyan berkurang hingga 40 ribu jiwa.
Anggota Komisi A DPRD Provinsi Kalimantan Tengah M Fahruddin menyebutkan, pengurangan drastis jumlah pemilih tersebut akibat alasan KTP elektronik.
"Progran KTP-el di Kabupaten Seruyan sudah bagus dan sudah memenuhi target. Namun permasalahannya jumlah pemilihnya berkurang hingga 40 ribu jiwa," ujarnya, Minggu (6/5/2018).
"Berkurangnya pemilih karena dengan menggunakan sistem KTP-el, mereka tidak bisa lagi dobel atau ganda. Lantaran dengan sistem KTP-el hanya satu data yang bisa masuk," lanjutnya.
Fahruddin menuturkan, banyaknya pendatang dari luar daerah memungkinkan tergandanya pemilih. Namun, permasalahan itu saat ini sudah bisa diatasi dengan program KTP-el.
--page
Fahruddin pun berharap Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) tetap bekerja maksimal demi menghindari hal yang tidak diinginkan. (GAZALI/B-3)








