KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan- Sebagian besar lahan dan hutan di wilayah Kabupaten Katingan rawan terbakar. Terutama pada musim kemarau.

Pasalnya, sebagian besar wilayah Katingan berupa lahan bergambut tebal, terutama bagian hilir/selatan hingga tengah, seperti Kecamatan Katingan Hilir, Tewang Sanggalang Garing (TSG), Pulau Malan, dan Katingan Tengah.

Sedangkan wilayah hilir yang rawan terbakar yakni di Kecamatan Tasik Payawan, Kamipang, Mendawai, dan Katingan Kuala.

"Iya sebagian besar lahan di wilayah Kabupaten Katingan terdiri dari lahan bergambut tebal, terutama bagian hilir," sebut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Katingan, Icing, Minggu (6/5/2018).

Meski begitu, lanjutnya, sejauh ini pihaknya belum menemukan atau mendapat laporan tentang lahan yang terbakar.

--page

"Memang sudah beberapa hari ini tidak turun hujan dan kalau sepekan ke depan hujan tidak lagi turun, akan rawan terjadi karhutla, terutama wilayah hilir," katanya.

Icing mengaku, pada tahun ini pihaknya memfokuskan pada pencegahan karhutla.

Selain dengan mengadakan sosialisasi kepada masyarakat, pencegahan untuk tidak membakar lahan dan hutan pada musim kemrau juga disampaikan dengan memasang spanduk, baliho, dan membagikan pamflet.

"Kita mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan dan hutan pada musim kemarau. Sebab kalau lahan gambut sudah terbakar akan sult sekali untuk dipadamkan," imbuh Icing. (ABDUL GOFUR/B-3)