BORNEONEWS, Pangakalan Bun– Bantuan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) senilai kurang lebih Rp180 juta untuk pengadaan pompa air Program Penyediaan Air Bersih dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Sulung, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat pada 2016, hingga saat ini belum berfungsi.
Manajer CSR PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk Kharis Nuryanto, Minggu (6/5/2018), mengatakan bahwa bantuan melalui program CSR itu digunakan untuk membeli pompa air dengan debit 10 kubik per jam. Namun setelah pompa terpasang, ternyata listrik yang tersedia tidak sesuai spesifikasi yang dibutuhkan pompa tersebut.
Untuk bisa mendorong air dari sumur dengan kedalaman minimal 100 meter dibutuhkan pompa dengan spesifikasi tiga pass. Pompa sebesar itu memerlukan daya listrik sedikitnya 4.500 Watt.
Ia menurutkan, pihak kontraktor sebelumnya menyampaikan bahwa kebutuhan listrik untuk pompa air telah terpenuhi. Namun ternyata setelah pompa air dipasang tidak bisa hidup lantaran daya listrik yang ada kurang.
Padahal, dengan bantuan senilai Rp180 juta itu, bila perencanaanya benar, seharusnya bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih 250 kepala keluarga. Sehingga sebelum pengelolaanya diserahkan kepada masyarakat, sarana air bersih itu sudah berfungsi.
--page
Kepedulian PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk melalui program SCR, khususnya dalam membantu pelaksanaan program Pamsimas, dimaksudkan agar antara pihak swasta dan Pemkab Kobar bisa saling bersinergi. Sehingga bersama-sama memberikan manfaat kepada masyarakat, terutama di bidang pemenuhan kebutuhan sarana air bersih.
Pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat tentunya akan berdampak positif terhadap pola dan perilaku masyarakat untuk hidup sehat.
”Kalau kebetuhan air bersihnya tercukupi saya kira akan berdampak baik kepada kesehatan masyarakat. Kalau masyarakatnya sehat tentuya bisa bekerja dengan baik. Terlebih lagi Sulung sudah dinyatakan sebagai desa bebas buang air sembarang,” sebut Kharis. (MASROHAN/B-3)








