BORNEONEWS, Pangkalan Bun– Mengingat lahan pengembangan plasma kelapa sawit semakin lama kian menyempit, PT Sulung Ranch yang merupakan anak dari Citra Borneo Indah (CBI) Group, mulai tahun ini telah mengembangkan plasma budidaya sapi.
Manager Sosialisasi dan Administrasi PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) Soleh, mengatakan, langkah CBI Group untuk memberdayakan perekonomian masyarakat selama ini didorong melalui plasma perkebunan kelapa sawit. Namun mulai tahun ini melalui PT Sulung Ranch, mencoba melakukan plasma budidaya ternak sapi.
Melalui plasma ternak sapi, masyarakat diminta membentuk kelompok terdiri dari 10 orang. Setelah terbentuk, kelompok itu akan diberi indukan sapi sebanyak 20 ekor.
Jenis sapi yang akan diberikan merupakan hasil perkawainan antara sapi Australia dan lokal.
Sistem pembagian hasilnya, setiap induk sapi yang diserahkan ke kelompok akan ditimbang dengan asumsi harga per kilogram Rp50 ribu. Kemudian yang akan dibagi hasilnya dengan masyarakat adalah anaknya.
--page
Pembagian hasil dari plasma sapi tersebut melalui produksi anaknya. Dengan ketentuan 50% untuk masyarakat dan 50% untuk perusahaan.
Setelah tiga kali produksi, induk sapi akan dikembalikan ke plasma inti untuk dijual kepasaran.
“Itupun nanti kami timbang juga awal kita serahkan berapa kilo saat kita tarik juga berapa. Kemudian sisanya akan kita bagi dengan plasma,” tutur Soleh, Minggu (6/5/2018).
Rencananya pada Juni mendatang akan dilepas sebanyak 80 ekor sapi untuk empat kelompok plasma di Desa Sulung. Saat ini sebenarnya ada yang sudah dilepas, namun baru 10 ekor.
Jumlah sapi yang dikelola PT Sulung Ranch ada sekitar 6.000 ekor. Namun dari pengelolaannya belum bisa dilihat hasilnya karena selama ini hanya dipriotitaskan pada pemeliharaan.
--page
“Kalau ditanya keuntungan berapa kami belum bisa menjawab, baru mulai kita adakan perhitungan,” kata Soleh. (MASROHAN/B-3)








