SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kotawaringin H Halikinnor meminta kepada dinas terkait turun tangan menelusuri masalah tewasnya buruh yang tertimpa crane.

Bahkan secara tegas jika terjadi kelalaian Sekda meminta agar masalah itu diproses secara hukum. Sehingga masalah tersebut benar-benar tuntas penyelesaiannya.

"Pengawasan ada di Dinas Tenaga Kerja. Kami minta agar ini jadi perhatian. Pantau terus perkembangannya," kata Halikinnor, Senin (7/5/2018).

Lanjut Halikinnor harus dicek apakah selama ini sarana dan fasilitas sudah mendukung atau tidak. Termasuk soal adanya kelalain polisi diminta untuk menyelidikinya.

"Masalah ini akan jadi evaluasi. Apakah standar kegiatan mereka itu sudah memenuhi atau belum untuk keselamatan kerja itu harus dicari tahu," pungkasnya.

--page

Sebelumnya, buruh bongkar muat Aman tewas tertimpa Crane saat memuat pupuk di pelabuhan bongkar muat di Jalan Iskandar, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kamis (3/5/2018) sore.

Korban tewas ditempat setelah bagian Crane itu patah. Saat itu korban tengah asyik memuat pupuk menyusunnya ke dalam truk dengan nomor polisi KH 8481 FB. Tanpa ia duga Crane yang beras dari kapal Lintas Bahati 23 patah itu menimpanya.

Di dalam truk saat itu korban yang merupakan warga Jalan Ir H Juanda 21, Kelurahan MB Hilir Kecamatam MB Ketapang itu menyusun pupuk bersama M Sufiani. (NACO/B-5)