BORNEONEWS, Sampit - Aparat Polsek Kawasan Pelabuhan Mentaya (KPM) masih menyelidiki kasus tewasnya Aman yang tertimpa crane. Aman adalah buruh bongkar muat di Pelabuhan H Syeh yang berada di Jalan Iskandar, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur.
"Kami masih menyelidiki kasus yang terjadi di pelabuhan bongkar muat yang menewaskan salah seorang pekerja di sana," ucap Kapolsek KPM IPTU Irfan Ali Reza, Senin (7/5/2018).
Kapolsek mengatakan menurut hasil keterangan sementara, peristiwa itu terjadi, Kamis (3/5/2018). Awalnya korban sedang bekerja memuat pupuk ke dalam dump truk merek Hino Dutro KH 8481 FB.
Saat pupuk 30 karung atau kurang lebih 1,5 ton diturunkan menggunakan crane dari KM Lintas Bahari 23, korban berada disekitaran kawasan itu.
Tanpa disadari, tiba-tiba batang boom crane patah dan mengenai korban hingga mengakibatkan luka di bagian kepala pelipis dan pipi kiri.
--page
"Korban langsung jatuh dan tidak sadarkan diri dengan posisi terduduk. Saat itu korban masih belum meninggal," terangnya.
Melihat kejadian itu, para pekerja lainnya langsung menghubungi tim medis. Setibanya dilokasi korban diberikan perawatan sesuai standar pertolongan pertama gawat darurat (PPGD).
Setelah itu petugas mengevakuasi korban ke RSUD dr Murjani untuk diberikan perawatan lebih lanjut. Namun saat di perjalanan, korban menghembuskan nafas terakhirnya.
"Sudah ada lima orang saksi yang kami mintai keterangan terkait tewasnya buruh di pelabuhan itu," tuturnya. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-6)








