PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Semakin banyaknya orang yang datang ke rumah-rumah dan mengaku meminta sumbangan dengan dalih untuk pembangunan masjid membuat warganet Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dan sekitarnya gerah.

Pasalnya peminta sumbangan yang memgaku utusan panitia pembamgunan masjid untuk mengumpulkan sumbangan seringkali marah-marah bila warga yang dikunjunginya tidak memberikan sumbangan.

Berulang kali warganet Pangkalan Bun dan sekitarnya menuangkan kekesalannya atas ulah oknum peminta-minta yang selalu mengatasnamakan panitia pembangunan masjid tersebut.

Seperti postingan yang diunggah oleh warganet dengan akun facebook Arief Gim pada grup Informasi Fasilitas dan Pelayanan Publik Pangkalan Bun.

Dalam postingan yang dilengkapi dengan video percakapannya dengan seseorang berbadan gempal dan berbaju biru muda yang ditenggarai sebagai salah satu peminta sumbangan berkedok pembangunan masjid, Arief Gim menuliskan kekesalannya.

--page

"Dipadahkannya sudah dapat ijin dari RT sini pas di cek tanda tangan dengan stempelnya lain. Nama RT nya Hardianto. RT kami ni namanya Alipandi. Jaka ak kada bawa bini asli ku bawa kewadah RT jua ai. Bodohnya lagi rumahku ni dalam hutan masih ja didatnginya. Ai sekali lagi masuk sini cagar ku plasah dengan daun pakis di higa rumah ni," ujar Arief Gim pada postingan tersebut.

Keruan video tersebut mengundang banyak komentar dari warganet Pangkalan Bun dan sekitarnya.

Rata-rata warganet menulis dalam kolom tanggapan bahwa rumah atau toko mereka.

Seperti yang disampaikan oleh akun Facebook Saliem PunyaGawe. Dalam kolom komentar ia juga menceritakan pengalamannya didatangi oleh seseorang yang terlihat dalam video tersebut. 

"Kemaren bapak ini juga nyamperin kekantor kami. Kami cek berkas lumayan komplit tapi sayang tdk ada tanda tangan & cap Ketua RT. Disitulah saya kasih saran, kalau minta sumbangan atas nama apapun lengkapilah administrasi/prosedur. Mau bawa nama siapapun kalau tidak sesuai prosedur berhak orang menolak. Ngacir lah bapak tersebut dengan senyum kekecewaan & Akupun tersenyum dengan kelegaan," tulis Saliem PunyaGawe.

--page

Akun Facebook Rhinie Widiya, menamggapi postingan tersebut mengatakan rumahnya juga pernah disambangi orang tersebut.

"Ini orang pernah ke rumah. Saya bilang nggak bisa ngasih soalnya bukan daerah sini. jauh banget. Alamat Sungai Rangit minta ke Tatas,. Marah-marah dia," jelas Rhinie Widiya. (KRIDA/B-5)