PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Satpol PP Kotawaringin Barat (Kobar) akan melakukan penyelidikan terhadap peminta sumbangan ilegal yang meresahkan masyarakat.

Pasalnya, jelang Ramadan ini semakin banyak orang yang mendatangi rumah dan toko warga Pangkalan Bun dan sekitarnya untuk meminta sumbangan denganberbagai alasan dan belum mengantongi izin.

"Kami sudah melakukan rapat intern, menindaklanjuti keresahan warga terhadap aktivitas peminta sumbangan ke rumah-rumah. Setiap komandan regu Satpol PP Kobar sudah saya perintahkan untuk segera mencari info dan keberadaan mereka," jelas Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Majerum Purni kepada Borneonews, Senin (7/5/2018).

Selain itu, dirinya juga meminta bantuan dan kerjasama seluruh warga untuk segera melaporkan kepada Satpol PP bila mengetahui aktivitas orang yang meminta sumbangan ke rumah-rumah itu.

"Bila warga berkenan sebaiknya ajak ngobrol atau kuntit kemana arah pergi si peminta sumbangan tersebut. Nanti kami akan membuka nomor pengaduan yang bisa digunakan masyarakat untuk melapor bila mengetahui adanya aktivitas peminta sumbangan yang meresahkan ini," jelas Majerum.

--page

Bila sudah berhasil diamankan oleh anggota Satpol PP, lanjut Majerum, pihaknya akan menanyai asal usul para peminta sumbangan itu.

"Bila orang tersebut berasal dari daerah lain, tentunya sebuah pelannggaran. Namun bila yang bersangkutan adalah warga Kabupaten Kobar, tentunya juga tidak tepat bila meminta sumbangan masjid di lokasi yag jauh dari tempat pembangunan. Misalnya masjid tersebut dibangun di Sungai Rangit, tentunya tidak tepat meminta sumbangan hingga Kelurahan Raja," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-2)