BUNTOK –

BORNEONEWS, Buntok – Dari 93 desa yang ada di Kabupaten Barito Selatan (Barsel), delapan desa  di antaranya belum teraliri listrik baik dari PLN mapun non PLN.

“Hanya delapan desa yang belum teraliri listrik, sedangkan desa yang sudah ada listriknya baik dari PLN maupun non PLN sebanyak 83 desa,” kata Kasubag ESDM dan Lingkungan Hidup pada Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setda barsel, Hugo Y Nathanael kepada Borneonews, Senin (7/5/2018).

Desa-desa yang belum pernah dibantu pemerintah dan belum teraliri listrik yakni Desa Tabatan, Salat Baru, Teluk Sampudau, Lehai, Sungai Jaya, Majundre, Maruga dan Desa Muara Ripung.

Ia mengatakan, berdasarkan data saat ini, jumlah rumah tangga yang belum teraliri listrik sebanyak 6.507. Sementara rumah tangga yang teraliri pembangkit listrik non PLN 5.915 dan yang menggunakan PLN 21.974

Rasio elektrifikasi desa berlistrik sebanyak 91,40% dan rasio elektrifikasi rumah tangga berlistrik 81,08%.

--page

Bagi desa yang belum teraliri listrik baik PLN dan non PLN, lanjut dia, pihaknya akan berupaya mengusulkan agar desa-desa itu dapat menikmati penerangan listrik negara seperti desa lainnya.

Hal tersebut, lanjut dia, karena sejak kewenangan distamben dialihkan ke provinsi, otomatis kewenangan pembangunan tenaga kelistrikan juga dilimpahkan ke Provinsi.

“Kita hanya diberikan wewenang oleh Provinsi dalam perencanaan pembangunan. Jadi kita merencanakan dan mengusulkan, provinsi yang menentukan apakah dibangun atau tidak,” jelas dia.

Menurutnya, ada beberapa desa yang tahun ini mendapatkan perbaikan jaringan. Yakni yang dibangun 2017 namun sudah rusak.

"Berkenaan dengan energi listrik yang kita punyai sekarang konvensional yakni menggunakan genset. Karena genset banyak alternatif energinya ada yang PLTS ada pula yang menggunakan BBM." (URIUTU DJAPER/B-2)