PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus merangkak naik untuk tahun 2017, naik menjadi 69,79 persen. Angka ini meningkat sebesar 0,66 poin dibandingkan dengan IPM Kalteng pada tahun 2016 yang sebesar 69,13.

"Pembangunan manusia di Kalteng mengalami kemajuan yang ditandai dengan terus meningkatnya IPM," kata Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Kalteng, Syafi'i Nur, Senin (7/5/2018).

Meskipun naik, status pembangunan manusia di Kalteng ini masih pada level sedang. Kurang beberapa poin lagi berstatus tinggi, karena IPM suatu daerah tinggi pada skor di atas 70,0. 

Syafi'i menjelaskan, hanya ada empat daerah dari 14 kabupaten/kota di Kalteng yang IPM nya tinggi (di atas 70), sedangkan 10 daerah lainnya di bawah 70. Hal ini memengaruhi total IPM untuk Kalteng. Sehingga, perlu perjuangan untuk menaikkan IPM di 10 daerah tersebut.

Pembangunan manusia didefinisikan sebagai proses perluasan pilihan bagi penduduk (enlarging people choice). IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk).

--page

IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. IPM diperkenalkan oleh United Nations Development Programme (UNDP) pada tahun 1990 dan metode penghitungan direvisi pada tahun 2010. (ROZIQIN/B-11)