PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kejayaan perekonomian Kalimantan Tengah (Kalteng) pada triwulan pertama 2017 yang mencatatkan rekor pertumbuhan sebesar 9,49 persen, tidak berlangsung lama. Sebab triwulan I 2018 ini justru menurun drastis menjadi hanya 4,62 persen.

Tetapi jika dibandingkan pada potret triwulan I 2016 atau dua tahun lalu yang berada pada angka 5,13 persen, triwulan I 2018 ini tidak terlalu ‘terjun bebas’ Meski demikian, hal ini patut menjadi bahan evaluasi tim ekonomi Pemprov Kalteng.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng mencatat, sumber pertumbuhan beberapa lapangan usaha Triwulan I 2018 yang merosot dibandingkan kurun waktu yang sama di 2017 adalah industri, pertanian, dan lainnya. Sedangkan untuk industri dan konstruksi meningkat.

“Ekonomi Kalteng pada triwulan I-2018 tumbuh 4,62 persen bila dibandingkan triwulan I-2017 (y-on-y). Sedangkan jika dilihat triwulan I-2018 terhadap triwulan IV-2017 (q-to-q), tumbuh 2,31 persen,” terang Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik (Nerwilis), Maria Wahyu Utami, Senin (7/5/2018).

Untuk pertumbuhan tahun ke tahun (y-on-y), dari sisi produksi pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Kategori Pengadaan Listrik dan Gas yang tumbuh sebesar 9,97 persen, diikuti Perdagangan Besar-Eceran, Reparasi Mobil-Sepeda Motor sebesar 9,51 persen dan Konstruksi sebesar 8,79 persen. Hanya kategori Pertambangan dan Penggalian yang mengalami kontraksi.

Dari sisi konsumsi, pertumbuhan didorong oleh semua komponen. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) yang tumbuh sebesar 11,07 persen, diikuti Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 6,77 persen dan Impor sebesar 5,23 persen.  (ROZIQIN/B-11)