BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemulihan produksi Tandan Buah Segar (TBS) PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) dan makin luasnya jumlah kebun pada semester II tahun ini diyakini akan meningkatkan kinerja perusahaan.
"Per Maret 2018, jumlah kebun menghasilkan milik perseroan mencapai 79.101 hektare dari total lahan tertanam 90.288 hektare. Usia pohon rata-rata 9,6 tahun," kata Direktur Utama Dharma Satya Nusantara, Andrianto Oetomo, di Jakarta awal pekan ini.
Sedangkan Direktur Dharma Satya Nusantara, Timotheus Arifin, mengatakan industri CPO masih sangat prospektif ke depannya. Pasalnya, permintaan minyak nabati secara global terus mengalami peningkatan.
"CPO juga menjadi minyak nabati dengan efisiensi penggunaan lahan paling tinggi. Sebagai perbandingan, hasil minyak sawit dari satu hamparan perkebunan 9 kali lebih banyak dibandingkan luasan yang sama pada minyak kedelai," papar dia.
Kondisi ini pula yang harus dipahami oleh mereka yang selama ini selalu menuding perkebunan sawit sebagai pemicu deforestasi. Padahal faktanya, justru tanaman penghasil minyak nabati jenis lain yang membutuhkan lahan begitu luas untuk menghasilkan minyak nabati dengan volume yang sama dengan minyak sawit.
--page
Arifin memperkirakan, puncak produksi pohon kelapa sawit perusahaan berkisar 5 hingga 6 tahun ke depan.
"Lahan kebun perseroan yang belum menghasilkan masih cukup luas," ujarnya. (NEDELYA RAMADHANI/m)








