JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) optimistis membukukan perbaikan kinerja pada semester II tahun ini seiring dengan membaiknya cuaca dan pemulihan produksi.

"Pada kuartal I tahun ini, perusahaan membukukan penjualan minyak kelapa sawit atau CPO sebesar 81.899 ton, turun dari realisasi pada kuartal I tahun lalu sebesar 97.750 ton," kata Direktur Utama Dharma Satya Nusantara, Andrianto Oetomo, di Jakarta awal pekan ini.

Produksi CPO juga menurun 19% year-on-year (yoy) menjadi 80.340 ton dari sebelumnya 99.160 ton. Sedangkan produksi tandan buah segar (TBS) per Maret 2018 mencapai 295.605 ton, turun 24% yoy dari sebelumnya 388.964 ton.

"Penurunan produksi sudah diprediksi perseroan karena kondisi cuaca sekarang kembali normal setelah El Nino. Pada 2017, produksi melonjak setelah sebelumnya terdampak El Nino," papar Andrianto.

Namun demikian, Oil Extration Rate (OER) meningkat menjadi 23,79% dari sebelumnya 21,90%. Kadar Free Fatty Acid berkurang menuju 2,84% dari sebelumnya 3,30%, sehingga produk DSNG masuk dalam kategori super CPO.

--page

Menurunnya kinerja operasional membuat perusahaan membukukan pendapatan senilai Rp962,93 miliar pada kuartal I/2018. Nilai itu melemah 23,05% yoy dari sebelumnya Rp1,25 triliun.

Andrianto menambahkan, harga jual rata-rata produk CPO juga merosot menjadi sekitar Rp7,7 juta per ton. 

“Padahal pada kuartal I tahun lalu harga jual mencapai Rp8,8 juta per ton,” tuturnya.

Sementara itu, DSNG mencatatkan EBITDA sebesar Rp242 miliar, turun 32% yoy. Namun, perseroan berhasil mempertahankan margin EBITDA di level 25% dari kuartal I tahun lalu senilai 28%.

Laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp50,07 miliar. Nilai itu merosot 58,15% yoy dari sebelumnya Rp119,66 miliar. (NEDELYA RAMADHANi/m)