KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan - Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Katingan disebut hampir setiap tahun selalu terjadi.

"Kita cukup diuntungkan selama dua tahun terakhir, 2016 dan 2017 yang tidak ada kemarau, sehingga hutan dan lahan di Katingan kemarin aman dari Karhutla," sebut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Katingan, Icing saat acara simulasi pemadaman karhutla dan pelatihan peningkatan keterampilan anggota BPBD serta partisipasi masyarakat dalam penanggulangan Karhutla, Selasa (8/5/2018).

Sedangkan untuk 2018, kata Icing berdasarkan prediksi musim kemarau akan lebih lama dibanding tahun sebelumnya. Icing menyebut kebakaran hutan dan lahan merupakan salah satu bencana yang sering terjai di Katingan.

Akibatnya dampak yang ditimbulkan sangat luas, maka kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan munculnya kabut asap ini menjadi perhatian pemerintah pusat.

"Pada Rakornas di Istana Negara, ada enam instruksi presiden yaitu meningkatkan koordinasi dan penetapan siaga lebih dini," ujarnya.

--page

Lainnya, melibatkan masyarakat untuk turut berpartisipasi, siaga dalam melakukan operasi udara, dan penegakan hukum serta perbaikan tata kelola hutan.

Icing mengatakan bencana Karhutla merupajan salah satu bencana alam yang disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu oleh keadaan alam, iklim dan cuaca, maupun faktor manusia.

"Eksploitasi sumber daya alam dengan membuka lahan perkebunan atau pertanian yang dilakukan dengan membakar secara tidak bertanggung jawab itu dapat menyebabkan bencana kebakaran hutan dan lahan secara tidak terkendali yang dapat mengakibatkan bencana kabut asap," imbuhnya. (ABDUL GOFUR/B-6)