BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Komandan Korem (Danrem) 102 Panjung Kolonel Arm Muhammad Naudi Nurdika berpamitan dengan sejumlah tokoh masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat, di Makodim 1014 Pangkalan Bun, Selasa (8/5/2018)
Menurut Danrem, dalam 1,7 tahun menjabat sebagai komandan korem, ia merasa keakraban dan persaudaraan yang ditunjukkan berbagai tokoh di Kalteng, khususnya Kabupaten Kobar sangat baik.
"Bukan hanya itu saja. Berdasarkan pantauan saya di medsos, keakraban dan kekompakan antartokoh di Kabupaten Kobar sangat akrab. Semoga hal ini bisa berlanjut terus, untuk menjaga keamanan dan ketertiban wilayah kita," jelas Danrem yang didampingi Dandim 1014 Pangkalan Bun Letkol Inf Wisnu Kurniawan.
Selain itu, lanjut Danrem, walaupun kecil ia juga berupaya mengangkat budaya dan kearifan budaya lokal Kalteng dan bahkan diaplikasikan dalam tugas kemiliteran.
"Salah satunya budaya menyumpit. Batalion Infantri Raider 631 Antang, juga kita latih hingga memiliki keahlian menyumpit. Hal ini sesuai motto Batalion Raider 631 Antang yaitu cepat, tepat dan senyap. Nah hal ini rasanya sesuai, karena bisa diaplikasikan kondisi senyap bila bertempur memakai sumpit," jelas Danrem.
Rupanya bukan hanya itu saja. Selama bertugas di Kalteng, Danrem juga sempat menulis buku yang mengangkat kearifan lokal suku Dayak Kalteng.
--page
"Buku tersebut isinya macam-macam. Ada foto dan tulisan yang mengangkat budaya lokal suku Dayak. Namun judulnya masih rahasia. Nanti akan kita berikan saat kegiatan perpisahan saya yang bertugas ke tempat yang baru," jelas Danrem. (WAHYU KRIDA/B-2)








