BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Sarjono menyebut sekolah tingkat SMA sederajat terkesan tidak terurus. Itu semenjak kewenangan ditangani oleh provinsi.
"Sejak SMA dan SMK diambil alih provinsi banyak persoalan yang muncul kami lihat," kata Sarjono, Selasa (8/5/2018).
Pemkab sudah terkesan lepas tangan, pemkab beralasan masalah itu bukan lagi jadi kewenangan mereka. Harusnya Pemkab tidak demikian akan tetapi tetap memperhatikannya setidaknya ikut mendorong agar Dinas Pendidikan Provinsi cepat dan tanggap.
Lanjut Sarjono yang kelihatan sekali kemundurannya itu sekolah yang ada di pedalaman. Banyak fasilitas penunjang yang sampai saat itu tidak memadai.
Seperti ruang belajar yang kurang bahkan tidak representatif lagi untuk pembelajaran, kurangnya komputer hingga alat praktek lainnya. Terlebih tenaga pengajar kurang dan belum teratasi sampai saat ini.
--page
Dari itu Sarjono mendorong agar pemerintah provinsi segera memperhatikanya. Agar setelah siswa di sana nanti lulus memiliki kemampuan dan bisa terjun ke lapangan kerja.
"Bagaimana mereka mau mendapatkan pendidikan yang layak kalau sarana pendidikan mereka tidak memadai. Jujur saya katakan dari dulu tidak sepakat jenjang SMA sederajat ini diambil alih provinsi," tandasnya. (NACO/B-5)








