BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Pegawai Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) rutin memantau produktivitas petani ikan.
Pantauan yang biasa dilakukan berkaitan dengan hasil budidaya dan ketersediaan pakan ikan.
"Pada saat kita monitoring kelapangan hal yang dilakukan itu melihat apakah produktivitas petani. Apakah meningkat atau menurun? Bila terjadi penurunan, dicari tahu penyebab sampai hal itu terjadi. Kita akan menganalisis penyebabnya," kata Kabid Pengelolaan Pembudidayaan Ikan pada Dinas Perikanan dan Kelautan Kobar Hepy Kamis, Selasa (8/5/2018).
Untuk budidaya ikan, lanjut dia, ada beberapa hama yang bisa mengganggu produktivitas, seperti manusia dan biawak.
"Selain itu, pakan juga kita uji di laboratorium. Seperti apa kandungan proteinnya? Karena untuk di Kobar pakan yang digunakan itu pakan buatan. Untuk pabrikan bisa juga di uji untuk memastikan kandungan proteinnya, apakah benar sama dengan yang di label atau tidak?," ucap Hepy.
--page
Dinas Perikanan, kata dia, pernah menemukan pakan buatan yang kandungan proteinnya di bawah 15%. Padahal, protein berfungsi untuk mendorong pertumbuhan ikan.
Ia menyebutkan, pakan yang baik harus banyak mengandung tepung ikan dan berkadar lemak tinggi. Untuk mendapatkan kadar lemak tinggi bisa melalui minyak ikan.
"Kami juga memperhatikan masa kedarluwarsa pakan. Misal pada saat pakan itu dibuat seminggu sudah mengalami perubahan seperti bau dan yang lainnya itu disebabkan oleh miyak ikannya kurang atau daya hancurnnya kurang," kata dia. (SARJITO/B-3)








