BORNEONEWS, Kasongan'- Koordinator LSM Asosiasi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Provinsi Kalimantan Tengah, Nirman Hadi menilai Pemerintah Kabupaten Katingan tidak tegas menyikapi penaikan harga gas elpiji tiga kilogram.
"Kalau saya menilai pemkab tidak tegas menyikapi penaikan harga ini," kata Nirman Hadi, Selasa (8/5/2018).
Pasalnya, kata dia, sejauh ini pemkab sudah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) gas elpiji 3 kg itu.
"HET elpiji 3 kg yang ditetapkan pemkab sebesar Rp 17.500 per tabung di pangkalan, tapi ternyata dijual kepada masyarakat Rp 30 ribu per tabungnya," kata Nirman Hadi.
Karena harga di tingkat pangkalan sudah melambung tinggi, sehingga, pihak pengecer pun menjual kembali dengan harga yang lebih mahal.
--page
"Kalau di tingkat eceran harga gas elpiji 3 kg rata-rata dijual Rp 35 ribu sampai Rp 37 ribu per tabung," imbuhnya.
Nirman mengatakan, seharusnya pihak pemerintah daerah dalam hal ini dinas terkait, peka dengan gejolak di masyarakat.
"Jangan diam saja, harus mengambil tindakan. Sebab HET gas elpiji 3 kg sudah ditetapkan, namun ternyata tidak dipatuhi," pungkas dia. (ABDUL GOFUR/B-11)








