PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Hampir setiap tahun jalan di Bukit Rawi Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau terkena banjir. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah sudah membuat surat ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), namun ternyata belum ada tanggapan.

Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran mengatakan, sejak tahun 2016 Pemprov mengadukan ke Kementerian PUPR. "Saat tahun 2016 kita langsung meninjau lokasi banjir di Bukit Rawi dan langsung bertindak dengan mengirim surat ke Kementrian PUPR agar jalan tersebut bisa diatasi apabila banjir lagi," ujarnya, Selasa (8/5/2018).

"Namun ternyata belum ada tanggapan. Tahun 2018 ini kembali banjir lagi, padahal sudah kita jelaskan di Bukit Rawi ini termasuk jalan yang sangat strategis untuk pembangunan," lanjutnya.

Sugianto menjelaskan, Pemprov akan mengusahakan lagi dengan memasukan ke dalam proyek strategis jalan nasional agar segera dibangun agar permasalahan banjir bisa teratasi.

Kendala lain, tenyata masyarakat Bukit Rawi enggan menjual lahannya dengan alasan takut dagangannya tidak laku.

--page

"Permasalahan lainnya masyarakat disana tidak mau menjual lahannya untuk dijadikan pembangunan jalan dengan alasan dagangan mereka tidak laku, namun nanti akan kita buat tim pembebas lahan dan menyadarkan kepada masyarakat pentingnya pembangunan di sana demi kepentingan umum dan kemajuan Kalteng," tutupnya. (GAZALI/B-2)