BORNEONEWS, Muara Teweh- Pada pertengahan Mei nanti umat Islam kembali menyambut Ramadan. Bagi warga Kabupaten Barito Utara, khususnya Kota Muara Teweh dan sekitarnya, bulan puasa tidak bisa dipisahkan dari tradisi pasar wadai.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Barito Utara menggelar rapat persiapan pendirian pasar wadai Ramadan 1439 Hijriah di Aula Setda, Rabu (9/5/2018).
Dalam rapat itu dibahas mengenai lokasi penempatan pasar. Dari sejumlah pilihan, pemkab memutuskan untuk kembali menggunakan lokasi lama, yakni di Jalan Panglima Batur persis di Water Front City (WFC).
“Pertimbangan banyak dari arus lalu lintas, ketersediaan area parkir, dan keluwesan penempatan lapak. Serta WFC adalah ikon Kabupaten Barito Utara yang letaknya di pinggiran Sungai Barito,” kata Kepala Dinas Perdagangan Barito Utara Hajranoor yang memimpin rapat.
Lokasi pasar wadai sebelumnya sempat berpindah-pindah, dari Jalan Tumenggung Soerapati (depan SMAN 1 Muara Teweh) dan Jalan Sengaji Hulu (Lapangan Hijau). Namun, Hajranoor memastikan dua lokasi itu tidak mungkin lagi digunakan.
--page
“Karena lapangan hijau becek bila hujan dan depan SMAN 1 Muara Teweh akan menghambat arus lalu lintas,” sebutnya.
Mengenai tanggal pembukaan pasar wadai masih dalam pembahasan dan akan dirapatkan kembali serta menunggu informasi dari pemerintah pusat untuk awal atau hari peratama puasa. (RAMADANI/B-3)








