TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang- Selepas menemui Plt Bupati Suriansyah dan Sekretaris Daerah Eskop, Ketua Ikatan Dokter Indonesia Kabupaten Barito Timur, Rosidi, bergegas meninggal kan kantor bupati, Rabu (9/5/2018) siang.

Sekda Eskop saat dimintai konfirmasi menuturkan, kedatangan dokter Rosidi karena melapor, bukan dipanggil. Rosidi melaporkan kronologis kejadian saat visit (kunjungan dokter ke para pasien) di RSUD Tamiang Layang hingga selesai.

Dijelaskannya, permasalahan yang terjadi diakibatkan emosi sesaat. Dokter Rosidi, sambungnya, mengaku saat itu telah bekerja sesuai standard pelayanan RSUD Tamiang Layang dan ketika itu Bunyamin, orang tua pasien yang ditangani dr Rosisi, mengalami panik melihat anaknya yang sedang sakit.

"Dalam pelayanan dr Rosidi, dia melakukan visit sejak pukul 08.00 WIB. Ketika itu waktu libur, sehingga visit seluruh pasien dilakukan oleh dr Rosidi sendirian. Mungkin karena lelah dan ketika itu mendapat reaksi keluhan, omelan, dan bentakan dari orang tua pasien, terjadilah peselisihan.

Untuk itu, kata Sekda, perselisihan yang terjadi hendaknya bisa diselesaikan dengan kepala dingin. Sebab sebentar lagi memasuki bulan suci Ramadan. Terlebih lagi keduanya merupakan ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Barito Timur yang memiliki tugas sama-sama mengabdi.

--page

"Saya berharap perselisihan antara dr Rosidi SpPD dan Bunyamin (pegawai Dinas Perhubungan), yang keduanya masih berstatus ASN bisa diselesaikan secara kekeluargaan saja," katanya.

Sementara itu, dr Rosidi dihadapan Plt Bupati Barito Timur Suriansyah dan Sekda Eskop, mengaku bersalah dan khilaf ketika menulis di WhatsApp grup. Hal itu terjadi lantaran emosi yang meluap tapi hanya sesaat.

"Dokter diharapkan bisa memberikan pelayanan lebih baik lagi. Tapi, warga juga diharapkan tidak mudah membentak ketika ada pelayanan yang dianggap kurang," kata Sekda. (PRASOJO EKO APRIANTO/B-3)