BORNEONEWS, Sampit - Ketua Pengurus Provinsi Kalimantan Tengah Persatuan Bola Basket Indonesia Ambeng Dedi Oktavianus meminta agar tiap desa setidaknya ada satu lapangan basket.
"Bola basket ini jangan hanya ada di Kota saja, namun juga di tiap desa harus ada. Melalui rakernas nanti kita akan sampaikan apa saja program kerja kita," kata Ambeng usai melantik Pengkab Perbasi Kotim, Kamis (10/5/2018).
Di aula lantai II Setda Kotim itu Ambeng menegaskan sangat beralasan tiap desa memiliki lapangan basket. Mengingat tiap tahun dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat sangat besar.
Ia ingin dana itu bisa disisihkan untuk mengembangkan bola basket di tiap desa. "Dana desa cukup besar kita berharap bisa dimanfaatkan untuk buat lapangan basket," katanya.
Basket menurut Ambeng harus berkembang. Bahkan ia mengingatkan pengurus untuk melakukan itu, baik itu pengembangan terhadap sarana dan prasarana, wasit, pelatih hingga pemain.
--page
"Saat ini wasit, pelatih, petugas meja wajib lisensi minimal C. Semuanya harus punya kemampuan yang sama. Seperti wasit misalnya," tukas Ambeng.
Selain itu Ambeng juga berharap di Kotim ada wasit perempuan. "Harus punya wasit perempuan yang berlisensi," pungkasnya. (NACO/B-2)








