SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Wahyu Sumbrahadi, Supervisor Sales Agency ICC yang merupakan mitra untuk penjualan Indihome Sampit mengatakan, kalau pihaknya tidak bermaksud mendiskriminasi atau penistaan terhadap perempuan dalam rekruitmen tenaga marketing yang menyaratnya salah satu lowongan kerja tertulis wajib janda.

"Justru saya ingin mengajak tidak hanya mereka yang single, tetapi juga yang berstatus janda dalam tanda kutip, yang biasanya lebih semangat. Sehingga mendapatkan kesempatan yang lebih besar dalam meningkatkan ekonomi mereka," kata Wahyu, Kamis (10/5/2018).

Lanjut Wahyu, informasi yang ia tayangkan di sosial media beberapa waktu lalu adalah informasi lowongan kerja dalam rangka menambah tenaga marketing atau sales force di agency yang ia supervisi yakni agency ICC.

Wahyu menegaskan, ia memberikan klarifikasi itu agar tidak menimbulkan penafsiran negatif untuk menghindari dampak semakin besarnya pemahaman yang kurang sesuai, serta pihak lain yang dirugikan terkait informasi itu.

Penegasan itu ia ungkapkan setelah lowongan kerja yang ia tayangkan melalui media sosial mengundang banyak tanda tanya dan persepsi negatif dalam lowongan kerja marketing produk Indihome yang salah satu syaratnya wanita wajib janda.

--page

Bahkan Wahyu juga menyampaikan klarifikasi itu melalui media sosial terkait lowongan kerja yang sempat viral beberapa waktu lalu hingga sempat mengundang reaksi dari kalangan DPRD Kotim. (NACO/B-2)