KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan - Adanya sejumlah pembangunan proyek gorong-gorong atau box culvet di Jalan Trans Kalimantan jalur Kasongan-Kereng Pangi sejak beberapa bulan terakhir menyebabkan ketidaknyamanan bagi pengendara yang melintas.

Pasalnya, pengendara harus antre dan mengurangi kecepatan dan bahkan menunggu giliran hingga beberapa lama guna melintasi satu bangunan gorong-gorong itu.

Di jalur Kasongan-Kereng Pangi sedikitnya terdapat 5 pembangunan proyek gorong-gorong tepatnya di Km 1 dan Km 2 arah Kereng Pangi.

"Cukup terganggu saat kita melintas di jalan yang sedang dibangun proyek gorong-gorong di jalur Kasongan-Kereng Pangi itu, sebab tidak hanya satu proyek saja yang dikerjakan, tapi ada sekitar lima gorong-gorong yang jaraknya tidak terlalu jauh juga sedang diperbaiki, sehingga jalan menyempit dan harus antre," keluh Aji warga Kereng Pangi kepada borneonews.co.id Kamis (10/5/2018).

Karena jalan menyempit, sehingga saat melintasi satu proyek gorong-gorong, dia kerap menghentikan kendaraannya hingga beberapa waktu lamanya.

--page

"Karena harus gantian tidak bisa langsung berpapasan dengan kendaraan dari arah berlawanan, sehingga memburuhkan waktu lama. Kalau yang dilintasi hanya satu proyek gorong+gorong tidak terlalu lama, tapi ini ada lima gorong-gorong yang diperbaiki," keluhnya.

Aji menggambarkan dua hari lalu ratusan kendaraan baik arah Sampit maupun Palangka Raya terpaksa mengantre hingga berjam-jam. Pasalnya di salah satu proyek bangunan gorong-gorong ada satu truk yang ambles.

Akibatnya kendaraan lain tidak bisa melewati jalan itu karena tertutup oleh truk ambles. "Baru sekitar tiga jam kemudian setelah jalan alternatif dibuat kendaraan perlahan bisa terurai," katanya. (ABDUL GOFUR/B-6)