BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk memperluas dukungan pembiayaan program peremajaan (replanting) kebun kelapa sawit ke Riau, yang diawali dari Kabupaten Rokan Hilir, dengan menggunakan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto menuturkan, BNI berkomitmen mendukung penyaluran kredit kepada petani sawit Rokan Hulu yang tergabung dalam wadah Koperasi Unit Desa (KUD) Intan Makmur.
Pembiayaan ini akan disalurkan kepada petani anggota KUD Intan Makmur dengan jumlah petani sebanyak 50 orang. Kredit BNI tersebut akan digunakan untuk peremajaan kebun sawit seluas 100 hektar.
“Pada tahap ini, pembiayaannya akan kami berikan kepada 50 petani dengan total penyaluran kredit sebesar Rp7,68 miliar. Dengan adanya program launcing peremajaan kebun kelapa sawit dan dengan adanya dukungan BPDP, kami optimistis program serupa dapat diteruskan di daerah lain untuk mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan dan energi,” ujar Catur, melalui siaran pers yang dirilis medio pekan ini.
Pembiayaan khusus untuk peremajaan kebun kelapa sawit ini mulai disalurkan pertama kali kepada para petani di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan pada 13 Oktober 2017. Selain itu, BNI juga aktif menyalurkan pembiayaan replanting perkebunan sawit di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.
--page
Pada tahap awal pembiayaannya, BNI memberikan pembiayaan kepada 473 petani dengan total penyaluran kredit sebesar Rp61,81 miliar.
Sementara itu, Pemimpin Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI Bambang Setyatmojo menyebutkan, selain mendukung kredit peremajaan kebun sawit, BNI juga mendukung sektor ekonomi lainnya pada segmen usaha kecil.
Sejak 2007 sampai dengan 30 April 2018, BNI telah menyalurkan KUR sebesar Rp45,24 triliun kepada 376.753 pengusaha kecil yang tersebar di seluruh indonesia.
Rinciannya, sekitar 40% KUR yang disalurkan pada 2017 diberikan pada sektor produksi, seperti pertanian, perikanan, industri, dan jasa- jasa.
“Pada 2018, penyaluran KUR BNI hingga akhir April 2018 telah mencapai Rp6,4 triliun atau 48% dari target Rp13,5 triliun. Dengan realisasi dan potensi penyaluran ke sektor perkebunan kelapa sawit, maka penyaluran KUR BNI ke sektor produksi sebesar 50% optimistis dapat tercapai,” tutur Bambang. (NEDELYA RAMADHANI/m)








