BORNEONEWS, Tamiang Layang - Pegawai RSUD Tamiang Layang dan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bartim dr H Rosidi Sp.Pd dipanggil oleh Penyidik Satreskrim Polres Barito Timur, Jumat (11/5/2018).
Mereka akan dimintai keterangan terkait kasus dugaan pengancaman pembunuhan yang dilakukan oleh dokter Rosidi.
"Hari ini, penyidik akan memanggil untuk memintai keterangan sejumlah dokter dan pejabat RSUD Tamiang Layang, termasuk terlapor," ucap Kapolres Bartim melalui Kasat Reskrim AKP Andhika Rama, Jumat (11/5/2018).
Menurut Andika, pihaknya akan melakukan pendalaman setelah ada keterangan dari terlapor dan beberapa pihak lainnya. Jika ditemukan unsur pidana, maka proses hukum akan berlanjut ke tahapan selanjutnya.
Informasi yang berhasil dihimpun Borneonews, penyidik akan meminta keterangan dr Rosidi Sp.PD bersama dengan salah satu pejabat RSUD Tamiang Layang, Dandang Suseno.
--page
"Keduanya dijadwalkan hadir untuk menemui penyidik unit I Satreskrim Polres Bartim," pungkas Andhika.
Sementara itu, Dandang Suseno mangaku siap mengadiri undangan penyidik untuk dimintai keterangan.
"Kalau undangan dari kepolisian, sebagai warga negara yang taat hukum saya siap besok pagi ke Polres," katanya.
Dandang mengklaim, perihal isi whatsapp (WA), teman-teman dan seluruh pegawai RSUD Tamiang Layang sudah meminta maaf. Bahkan, selama beberapa hari ini telah berkomunikasi dengan Bunyamin selaku pelapor.
Dandang juga menyebutkan, Direktur RSUD Tamiang Layang dr Jimmy Hutagalung juga sudah berusaha menghubungi dan juga sudah ada komunikasi dengan Bunyamin.
--page
"Jadi harapan kita ke depan, antara kedua belah pihak bisa dilakukan mediasi agar hubungan baik tetap terjaga. Untuk lebih jelasnya, besok bisa ke pimpinan (Direktur), karena masih ada pimpinan," katanya.
Seperti diketahui, kasus ini bermula ketika Bunyamin selaku ayah pasien tidak terima dengan pelayanan yang diberikan oleh dr Rosidi hingga keluar kalimat yang bernada membentak.
Bunyamin pun akhirnya meminta pihak RSUD Tamiang Layang untuk merujuk anaknya agar dirawat di rumah sakit di Banjarmasin. Namun, sepulangnya dari Banjarmasin, Bunyamin mendapatkan kabar soal ancaman kepada dirinya melalui grup WA. (PRASOJO EKO APRIANTO/B-2)








