BORNEONEWS, Muara Teweh – Dengan telah ditemukannya satu kasus Suspek Difteri di Muara Teweh maka Puskesmas setempat melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) atau pemberitan imunisasi di dua lokasi, yakni TK Perwanida dan kawasan di jalan Perwira RT 06 Kelurahan Melayu, Sabtu (12/5/2018).
Kepala UPT Puskesmas Muara Teweh, Derajad Hasti Parlina mengatakan, ORI yang merupakan pemberian inunisasi sebagai upaya pengendalian penyakit difteri dengan sasaran anak usia 1-19 tahun.
“ORI merupakan strategi mencapai kekebalan individu dan komunitas hingga sebesar 90-95 persen,” kata Derajad.
Difteri merupakan penyakit menular yang disebabkan bakteri Corynebacterium Difteriae. Bakteri ini menyerang selaput hidung, tenggorokan atau kadang kulit.
Toksin atau racun yang dikeluarkan dapat mematikan sel-sel hidup yang ada di tenggorokan sehingga menghasilkan lapisan membran yang menyumbat saluran pernapasan.
--page
Selain itu jika toksin menyebar ke pembuluh darah sehingga dapat menyebabkan rusaknya jaringan lain seperti saraf, jantung dan ginjal.
“Risiko kematian akan meningkat pada penderita difteri terlebih pada kasus yang terlambat ditangani,” ucapnya.
Penyakit difteri dapat dicegah dengan pemberian imunisasi DPT (Difteri, Tetanus dan tertusis) sebanyak empat kali untuk anak sampai usia 8 bulan dan diulang saat anak dikelas 1,2, dan 5 sekolah dasar (SD) agar mendapatkan perlindungan yang optimal. (RAMADHANI/B-5)








