PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Ada yang unik dan menggelitik, ketika seorang dosen menyampaikan kritiknya terhadap keberlangsungan kepemimpinan di Universitas Palangka Raya (UPR) selama ini.

Ungkapan pun disuarakan di depan publik, yakni saat berlangsung penyampaian visi, misi, dan program kerja bakal calon (Balon) Rektor 2018-2022 pada sebuah Rapat Senat Terbuka di Aula Rahan lantai 2 Rektorat UPR, Sabtu (12/5/2018).

Salah seorang dosen UPR tersebut, Darmae Nasir, bahkan terang terangan mengaku kecewa dengan visi-misi yang ditawarkan empat bakal Calon Rektor UPR 2018-2022. Kenapa demikian?

“Saya kecewa. Karena semua Balon yang tampil tidak ada yang bicara pengembangan ke depan. semua mengatakan ingin membenahi yang ada. Berarti tidak ada visi kemajuan,” ungkapnya.

Menurut Darmae, seharusnya keempat Balon Rektor UPR yang berada di atas panggung, bersaing memberikan visi UPR jadi seperti apa. Rupanya, tidak ada yang berbicara banyak mengenai strategi dan taktik pengembangan UPR ke depan secara jelas dan rinci.

--page

Ia pun mengkritik adanya blok-blok civitas akademika di UPR, yang dinilainya menghambat visi UPR ke depan berjalan dengan baik, yang meskipun kemudian dibantah oleh beberapa Balon Rektor yang bersaing visi-misi itu. (ROZIQIN/B-5)