PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Masyarakat Kota Palangka Raya turut berduka atas gugurnya enam anggota Polri dalam insiden kerusuhan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat pada Selasa (8/5/2018) lalu. 

Minggu (13/5/2018) di Bundaran Besar Palangka Raya, mereka membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk duka.  Ribuan masyarakat berbondong membubuhkan tandatangan sebagai ungkapan simpati.

Dalam kain putih yang menjadi tempat pembubuhan tanda tangan tersebut juga terdapat tulisan kami tidak takut teror, duka kami untuk pahlawan. 

Selain itu,  terpampang pula enam foto yang telah gugur. Yakni, Brigpol Luar Biasa Anumerta Fandy Setyo Nugroho, Aipda Luar Biasa Anumerta Denny Setiadi, Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji Siswanto, Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli, Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas dan Aipda Luar Biasa Anumerta Marhum Prenje. 

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kalteng Kombes Pol Ignatius Agung Prasetyoko mengatakan, penandatangan itu sebagai bentuk duka dan tidak takut dengan teror. 

--page

"Membangun keberanian kita semua dan masyarakat untuk melawan terorisme," kata Agung.

Kepolisian Daerah Kalteng memang mengemas dengan cukup bagus, menggunakan momen Car Free Day (CFD) yang setiap minggu berlangsung di Bundaran besar dan enam jalan cabangnya, ada sebuah papan baliho di Bundaran Besar, persis depan Istana Isen Mulang.

“Saya ikut bersimpati atas tragedi atau insiden di Mako Brimob di Jakarta, yang beritanya beredar dimana-mana, dibunuh dengan cara keji dan sadis oleh teroris,” ungkap Reny, salah seorang warga kepada Borneonews, usai membubuhkan tandatangannya. (ROZIQIN/BUDI YULIANTO/B-11)