MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh - Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosandi) Kabupaten Barito Utara menghadiri Temu Blogger dan Media di Palangka Raya. Acara itu juga dihadiri Menteri Kominfo Rudiantara.

Kepala Diskominfosandi Barito Utara M Iman Topik menyambut baik kegiatan tersebut sehingga berita Hoax dapat diminimalisasi dengan berita rekan-rekan media baik blogger, media cetak dan elektronik yang tetap mengedepankan azas konfirmasi.

“Sehingga dengan konfirmasi oleh narasumber yang berkompeten, berita yang disajikan dapat dipertanggungjawabkan nilai kebenarannya” ucap Iman Topik, Minggu (13/5/2018).

Apalagi, lanjut dia, di tahun politik, media dituntut untuk menciptakan suasana yang sejuk, tidak ada provokasi dengan menyudutkan salah satu calon.

Media sangat besar pengaruhnya dalam menciptakan kondisi yang aman. “Mari kita ciptakan suasana yang aman damai dengan tidak ada lagi berita-berita hoax,” pungkasnya.

--page

Sebelumnya, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementrian Kominfo RI, Rosarita Niken Widiastuti, menyampaikan bahwa pengguna sosial media di Indonesia sebanyak 85% dari jumlah penduduk Indonesia.

“Dari hasil data komposisi pengguna internet berdasar usia tahun 2017 yaitu, 4,24 persen 54 tahun, 29,55 persen antara 35-54 tahun, 49 persen antara 13-18 tahun, dan rata2 orang Indonesia mengakses internet rata-rata 8-11 jam per hari,” kata Rosarita Niken Widiastuti.

Hal ini tentunya berbanding terbalik dengan minat baca yang berada di peringkat 60 dari 61 negara. Rosarita Niken widiastuti juga mengatakan bahwa dengan kemajuan era globalisasi ini tentunya kita tidak luput dari berita hoax yang dengan cepat dan mudahnya ada pihak-pihak yang ingin menjatuhkan atau bahkan mencari keuntungan.

Bentuk hoax yang paling sering diterima yaitu 62,10% dari tulisan, 37,50% dari gambar, dan 0,40% dari video. “Agar berita hoax ini dapat diminimalisasi dan kita tindak sesuai dengan UU yang berlaku perlu peran dari bloger-bloger, media-media dan peran serta masyarakat dalam bersinergi dengan pihak-pihak atau institusi yang terkait, sehingga kedepannya Indonesia menjadi negara dengan tingkat hoax terendah bahkan bebas hoax,” ucapnya. (RAMADHANI/B-2)