PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara mengajak aktivis media sosial (medsos) dan pers melawan penyebarluasan berita hoaks yang sangat berbahaya kerena dapat memecah belah persatuan.

"Di media sosial ini kita sangat mudah mendapatkan berita, namun tidak semua berita dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Oleh karena itu, sebelum share atau ingin membagikan berita, kita cek terlebih dahulu kebenarannya," kara Rudiantara, Sabtu (13/5/2018).

Menurutnya, 90% berita bohong yang tersebar berasal dari media sosial. Berita yang mudah didapat dengan menggunakan ponsel tanpa pandang umur menjadi perhatian tersendiri Rudiantara. Oleh karenanya, dia berharap ada bimbingan orang tua agar penyebaran berita hoaks dapat ditekan.

Menteri Kominfo itu juga sangat menyayangkan pelaku penyebaran berita hoaks, karena dengan media sosial banyak orang yang ingin mencari uang.

"Kita sangat menyayangkan pelaku yang tidak bertanggung jawab ini, karena terkadang juga mencoreng kepercayaan masyarakat dan berpikir miring terhadap media sosial, padahal banyak sekali orang yang cerdas dan bertanggung jawab menggunakannya agar menambah pundi-pundi uang melalui media sosial," lanjutnya.

--page

Memasuki tahun politik, Rudiantara berharap berita berbasis online, khususnya di Kalteng membantu pemerintah memerangi berita hoaks dan mencerdaskan masyarakat dengan menyebarkan berita positif.

"Tahun pesta demokrasi ini seharusnya kita sambut dengan gembira, siapapun yang menang itulah pemimpin kita, tidak perlu mengumbar berita berbau sara. Harapannya berita berbasis online di Kalteng ini bisa melawan penyebaran hoaks dan menjadi wadah informasi serta edukasi bagi masyarakat," lajutnya lagi. (GAZALI/B-2)