PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur turut membuat aparat kepolisian di Kalimantan Tengah tidak terkecuali Palangka Raya memperketat pengamanan.

Tidak hanya polisi, TNI juga ikut serta menjaga situasi agar selalu kondusif. Komandan Yonif (Danyonif) Raider 631 Antang Mayor Inf Bayu Yudha Pratama yang baru menjalani serah terima jabatan pada Senin (14/5/2018) pagi tadi mengatakan sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian.

"Tadi saya sudah berbicara dengan perwira Polri termasuk Brimob dan Gegana. Kita akan lebih intens lagi melaksanakan patroli gabungan dilokasi kemungkinan adanya teroris," katanya.

Dia menuturkan sejumlah personel TNI juga sudah diterjunkan ke sejumlah titik untuk menjaga agar wilayah tetap aman.

"Mudah-mudahan Palangka Raya aman," harapnya. Diketahui, ledakan bom terjadi di tiga gereja yang berbeda, yakni Gereja Santa Maria Tidak Bercela Ngagel, GKI Diponegoro dan GPPS Arjuno, Surabaya, Minggu (13/5/2018).

--page

Akibat kejadian itu belasan orang meninggal dan puluhan luka luka. Ledakan bom juga terjadi di Pos Penjagaan, Polrestabes Surabaya, Jalan Sikatan Surabaya, Senin (14/5/2018) sekitar pukul 08.50 WIB. (BUDI YULIANTO/B-6)