BORNEONEWS, Palangka Raya – Ada yang membuat Auditor Utama Keuangan Negara VI BPK RI, Dori Santosa memuji Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), yaitu terkait capaian tiga hal yang menjadi indikator kesejahteraan Kalteng.
Pertama tentang pertumbuhan ekonomi. Kedua tentang tingkat kemiskinan. Dan ketiga adalah tentang tingkat pengangguran. Ketiga indikator ini, Kalteng jauh lebih bagus dibanding angka rerata nasional.
Ungkapan itu disampaikan Dori Santosa saat memberi sambutan pada acara penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI saat Paripurna Istimewa di gedung DPRD Kalteng, Senin (14/5/2018).
“Pertumbuhan ekonomi Kalteng dalam tiga tahun terakhir yaitu 7,01 persen, 6,36 persen, dan 6,74 persen. Nilai ini lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di tingkat 5,07 persen,” terang Dori.
Selanjutnya terkait tingkat kemiskinan di Kalteng dalam tiga tahun terakhir yaitu 5,91 persen, 5,36 persen, dan 5,26 persen. “ini juga lebih rendah dari kemiskinan nasional sebesar 10,17 persen,” imbuhnya.
--page
Indikator ketiga, tingkat pengangguran Kalteng dimana dalam tiga tahun terakhir yaitu 4,54 persen, 4,82 persen, dan 4,23 persen. Hal ini juga lebih rendah dibanding pengangguran nasional yang sebesar 5,5 persen. (ROZIQIN/B-5)








