SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pengasuh Pondok Pesantren Putra Borneo, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) KH Yusuf Al Hudromy mengancam akan menertibkan sendiri warung remang-remang sebagai tempat transaksi seks ilegal di kota ini.

Pernyataan ini ia sampaikan sebagai bentuk kekecewaannya karena hingga hari H memasuki bulan Ramadan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) belum juga bertindak menertibkan tempat seks terselubung tersebut.

Teutama, menurut Yusuf, dalam menertibkan warung remang-remang yang ada di wilayah Kecamatan MB Ketapang. Padahal biasanya rutin ada kesepakatan bersama selama Ramadan tidak ada kegiatan semacam itu.

"Karena tidak ada tindakan dari Satpol PP terpaksa saya sendiri yang akan turun ke warung remang-remang dengan sangat terpaksa," kata Yusuf, Selasa (15/5/2018) saat hadir dalam rapat koordinasi sejumlah elemen di DPRD Kotim.

Meski tindakannya ada yang menganggap salah, itulah menurutnya dirinya. Ia ingin selama bulan ramadan ini semuanya bisa saling hormat menghormati.

--page

"Yang akan kami lakukan di wilayah kami sendiri di Kecamatan MB Ketapang," tegasnya.

Sementara itu, Sublianur, perwakilan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kotim meminta agar tidak ada tindakan di lapangan yang dilakukan jelang bulan puasa ini seperti keingunan Yusuf.

Namum, menurutnya, lebih pada memberdayakan aparat pemerintah dalam hal ini Satpol PP agar tidak memunculkan polemik nantinya. "Kita ada Satpol PP berdayakan mereka," tegasnya. (NACO/B-5)