BORNEONEWS, Tamiang Layang - Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kembali mendapat sorotan dewan. Lantaran hingga saat ini, keberadaannya belum memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan penghasilan desa.
Anggota DPRD Barito Timur Gomleson Lazarus mengungkapkan, BUMDes merupakan usaha binaan desa yang dihidupkan melalui pemanfaatan ADD maupun DD. Menurut dia, sudah seharusnya mendapat perhatian dan tidak hanya mengandalkan kontribusi dalam pengelolaan yang bersifat kepada perdagangan.
“BUMDes untuk peningkatan pendapatan desa, seharusnya potensi alam juga bisa dikelola seperti destinasi wisata ada di wilayah masing – masing,” ujar Gomelson kepada awak media, di Tamiang Layang.
Politikus asal PAN tersebut menambahkan, peran BUMDes untuk menguatkan perkonomian rakyat. Keberadaannya harus diperhitungkan tidak hanya ditelantarkan apalagi sampai tidak bisa memberikan hal positif terhadap kemajuan desa.
Selama ini, pihak dewan terus mendorong desa dapat mengelola anggaran besar yang digelontorkan dapat pemberdayaan dan menghasilkan. Jika desa mampu merealisasikan dipastikan penghasilan dari warga meningkat.
--page
Sebab itu, menurut dia, dewan akan mencoba meminta 101 desa di 10 kecamatan tersebar mampu merealisasikan pengoperasian BUMDes. (PRASOJO EKO APRIANTO/B-2)








