TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Menjelang Ramadan 1439 ini, masyarakat harus mewaspadai peredaran uang palsu. Mengingat pada bulan Ramadan, masyarakat menjadi lebih konsumtif. 

Anggota DPRD Kabupaten Barito Timur H Markati mengatakan, aktivitas belanja yang meningkat berpotensi pula pada meningkatnya peredaran uang palsu. Maka dari itu, perlu pengawasan terhadap peredaran uang palsu.

Sementara itu, tokoh masyarakat Bartim, Sahroni mengkhawatirkan momen Ramadan dimanfaatkan oleh sindikat peredaran uang palsu untuk menyebar hasil karyanya ke masyarakat.

"Ini harus menjadi perhatian serius, bukan tidak mungkin sindikat uang palsu menyusup di momentum Ramadan ini. Polri dan kejaksaan harus mengantisipasi sejak dini dengan membentuk Satgas dan Tim Investigasi," tegasnya.

Anggota Fraksi PPP ini menyebutkan, peredaran uang palsu secara tidak langsung dapat mengganggu perekonomian, khususnya bagi masyarakat tak mampu yang menjadi korban.

--page

Terlebih, lanjut dia, uang palsu umumnya beredar di pasar atau warung-warung tradisional dengan market masyarakat menengah ke bawah.

"Peredaran uang palsu sangat meresahkan. Bagi masyarakat kurang mampu bahkan bisa mengganggu perekonomian mereka bila menjadi korban," katanya. (PRASOJO EKO APRIANTO/B-2)