SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Rapat koordinasi yang digelar di DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) menghasilkan tiga kesimpulan yang disepakati untuk segera ditindaklanjuti bersama, Selasa (15/5/2018).

Ketua DPRD Kotim, Jhon Krisli menegaskan tiga kesimpulan rapat yang dihadiri sejumlah tokoh agama, masyarakat dan elemen lainnya itu di antaranya sepakat menolak paham radikalisme yang ada di daerah ini. 

Dalam rangka menjaga situasi daerah ini agar selaku kondusif. Selain itu sepakat untuk menjaga rumah ibadah seluruh agama yang ada di Kotim.

"Selain itu kita sepakat kegiatan ini dilakukan secara rutin melalui pemerintah kabupaten," tegas Jhon Krisli usai rapat itu.

Jhon menegaskan kegiatan itu mereka gagas dalam rangka melihat situasi di daerah lain yang sangat memprihatinkan. Agar jangan sampai merambah ke Kotim.

--page

Bahkan sebagai tindak lanjut ia mengatakan akan ada apel bersama yang dihadiri seluruh elemen masyarakat termasuk TNI dan Polri.

Bahkan salah satu pendeta di Kotim Mirano Tarigan meminta agar penjagaan tempat ibadah tidak hanya di gereja saja. Namun juga tempat ibadah agama lain.

"Karena jangan sampai yang dijaga gereja saja ada kejadian ditempat lain yang tidak dijaga, ini akan memperkeruh suasana. Namun kami yakim di Kotim ini toleransi antar umat beragama sangat tinggi," tegasnya. (NACO/B-5)