PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kementerian Sosial menargetkan, penutupan seluruh lokalisasi di Indonesia selesai pada 2019. 

"Saat ini, dari 168 lokalisasi yang ada,  sekitar 151 lokalisasi sudah ditutup. Sehingga  masih ada sekitar 17 lokalisasi yang masih tersisa," kata Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham pada kegiatan Deklarasi Penutupan Lokalisasi di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dan pemulangan Pekerja Seks Komersial (PSK) ke daerah asal  yang digelar di Pelabuhan Laut Panglima Utar Kecamatan Kumai, Selasa (15/5/2018).

Idrus Marham mengatakan, pemulangan eks PSK ke daerah asalnya merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Kementerian Sosial (Kemensos) 19 April 2018 lalu bersama 22 Kepala Daerah yaitu  Bupati dan Walikota se-Indonesia.

Mensos sendiri sangat mengapresiasi gerakan penutupan lokalisasi yang digelar di Kabupaten Kobar, sebagai tindak lanjut pertemuan tanggal 19 April tersebut.

"Pada hari ini kita mulai gerakanya di sini di Kabupaten Kobar yang dipimpin Bupati Kobar Nurhidayah. Di Kabupaten Kobar, tiga lokalisasi telah ditutup," jelas Mensos.

--page

Bahkan, lanjut Mensos, dengan pendekatan serta sosialisasi yang baik, dari 250 eks PSK yang bakal dipulangkan saat ini hanya tersisa 61 PSK. "Lantaran sebagian besar memilih pulang dengan kesadaran sendiri," lanjutnya.

Upaya pemulangan eks PSK ini tidak hanya sekadar melaksanakan aturan undang undang semata, tapi sesuai ajaran agama.

"Yang paling penting adalah  bagaimana kita turut membantu mengangkat harkat dan martabat dan masa depan mereka," jelas Mensos.

Karena itulah, bantuan yang diberikan bukan hanya saat ini saja. "Pasca pemulangan ke daerah asal, kita juga memberikan bantuan dan melakukan pendampingan sehingga mereka memiliki pekerjaan yang produktif dan bisa menjamin masa depannya," jelas Mensos. (WAHYU KRIDA/B-2)