SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, Syahbana, Selasa (15/5/2018), meminta agar di Kotim tidak ada oknum yang bermain-main dengan isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).

Syahbana bahkan mendorong agar penegak hukum Polres Kotim untuk mengidentifikasi akun media sosial yang penuh dengan kebencian dan adu domba. 

Harus diwaspadai segala bentuk provokasi dan upaya memojokan salah satu kepercayaan di tengah kondisi saat ini, apalagi yang mengatakan itu pengalihan isu.

Syahbana juga meminta agar Pemkab Kotim menerbitkan edaran untuk mengaktifkan seluruh siskamling. Apalagi, dia cenderung menilai pemerintah justru gencar mengeluarkan imbauan saat sudah terjadi persoalan.

"Seluruh jajaran pemuka agama untuk bersama-sama memberikan pernyataan yang menyejukan di tengah masyarakat," kata Syahbana. 

--page

Harus dihindari kata dia berbagai hal yang bisa membuat suasana panas,  semua harus solid dengan menghindari perpecahan dan propaganda dari pihak luar, sebab jika terjadi perpecahan yang rugi masyarakat sendiri.

Maka dari itu untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, siskamling perlu diaktifkan agar potensi konflik bisa terdeteksi sedini mungkin. (NACO/B-11)