BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Para perempuan eks penghuni lokalisasi di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), resmi dipulangkan ke daerah masing-masing melalui jalur laut, Selasa (15/5/2018).
Proses pemulangan mereka disaksikan Menteri Sosial Idrus Marham yang datang langsung ke Pelabuhan Panglima Utara, Kumai, Kecamatan Kumai.
Borneonews.co.id yang meliput di tempat itu kemudian menyampaikan sejumlah pernyataan kepada para perempuan eks penghuni lokalisasi.
Salah satu pertanyaan Borneonews.co.id ialah soal pemanfaatan uang jaminan hidup sebesar Rp5,5 juta yang diterima eks penghuni lokalisasi.
Ada beragam jawaban yang mereka sampaikan. Tentunya sesuai rencana masing-masing. Seperti yang dikatakan oleh Sri.
--page
Perempuan asal salah satu daerah di Jawa Timur mengaku akan memanfaatkan yang yang diberikan pemerintah untuk berjualan pulsa. "Uang itu akan saya manfaatkan untuk buka usaha berjualan pulsa,” katanya.
Sedangkan Anik yang akan pulang ke Jawa Barat, mengaku bakal menggunakan uang dari pemerintah untuk biaya pernikahan. Ia berharap dengan menikah dirinya tidak kembali terjerumus ke dunia hitam.
Anik mengaku datang ke Kobar diajak temannya dan memang sudah mengetahui pekerjaan yang akan dilakoni. Namun dengan ditutupnya semua lokalisasi di Indonesia, Anik bertekad akan berusaha di bidang lain.
Selain mendapatkan uang jaminan hidup dari Kementerian Sosial, eks penghuni lokalisasi juga menerima uang dari Pemkab Kobar dan owner Citra Borneo Indah (CBI) Group Haji Abdul Rasyid.
Bupati Kobar Nurhidayah menurutkan uang pesangon yang diberikan pemkab sebesar Rp1,5 juta per orang dan dari CEO CBI Group Rp2,5 juta per orang. Uang itu sebagai tunjangan hari raya (THR).
--page
Total ada 62 orang perempuan eks penghuni lokalisasi yang dipulangkan ke daerah masing-masing. Di antara mereka ada seorang perempuan bernama Ida yang membawa anak berumur sekitar 5 tahun.
Ida mengaku akan pulang ke Surabaya. “Kami mau pulang dulu. Nanti habis Lebaran mau ke sini lagi. Akan membuka usaha di sini saja. Karena di Jawa susah pencari peluang usaha,” ungkapnya.
Puluhan perempuan eks penghuni lokalisasi dipulangkan menggunakan KM Satya Kencana III dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Bagi mereka yang akan pulang ke Jawa Tengah dan Jawa Barat akan disediakan angkutan bus oleh Kementerian Sosial. (MASROHAN/B-3)








