SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Ponsel saya berdering dengan nada potongan reff lagu Sugar milik Maroon V, Selasa (15/5/2018) pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Rasa kantuk yang masih tersisa efek begadang menyelesaikan pekerjaan mendadak lenyap, seketika setelah melihat nama penelpon AKBP Mohammad Rommel, Kapolres Kotim zaman now.

Teringat langsung isi pesan whatsapp terakhir malamnya, janji bersama pria lulusan Akpol 2000 itu, mengikuti kegiatannya melakukan inspeksi mendadak ke salah satu polsek jajarannya. “Kita besok kumpul ya pukul 06.30 WIB. Ke Polsek Parenggean,” begitu isi pesannya.

Bergegas saya mengambil handuk dan mandi memecahkan rekor waktu tercepat dalam sebulan terakhir, tetapi tetap wangi.

Setelah memastikan peralatan tugas sebagai kuli tinta lengkap, saya pun mengambil kunci kontak motor vario merah yang terparkir di depan rumah bergegas menuju rumah jabatannya. Meski agak sedikit terburu-buru, pesan tertib lalu lintas masih diingat.

Sidak bisa disebut nyata, di antara sekian sidak yang pernah diikuti. Tak ada pemberitahuan, Kapolres didampingi wakilnya Kompol Dhovan Oktavianton menuju polsek yang akan dikagetkan.

--page

Setelah sarapan sekitar 30 menit, kapolres, wakapolres, saya, dan wartawan senior di Sampit, Didi Syachwani pun menempuh perjalanan menuju Polsek Parenggean. Mobil dinas abu Kapolres memasuki pelataran Polsek Parenggean tepat pukul 10.00 WIB.

Kedatangan orang nomor satu kepolisian di Bumi Habaring Hurung ini pun membuat kaget, AKP Donny hingga bintara paling muda di polsek itu.

Seorang personel pun sempat berceletuk ke saya dan wartawan satunya. “Kok nggak kasih tahu,” kata dia. “Kalau dikasih tahu namanya bukan sidak,” sahut Didi Syachwani disambut gelak tawa.

Rommel mampu menciptakan dengan suasana sidak yang santai, tetapi keseriusan tetap terasa. Ruangan pertama yang diperiksanya adalah WC polsek. “Kalau WC bersih, berarti ruangan lainnya bersih,” kata dia.

Tetapi pengecekan berlanjut, ketika kapolres menemukan bekas putung rokok. Satu per satu ruangan di polsek, hingga ruang tahanan tak luput dari pengamatannya. Ketika menemukan sampah tak segan dia memungutnya.

--page

Di ruang tahanan, ayah dua anak itu juga memberikan motivasi kepada tiga tahanan polsek. Untuk membersihkan ruangan yang mereka tempati. Ruangan konsekuensi dari perbuatan tindak pidana yang dilakukan.

“Kalian jangan ngerokok di tahanan ya,” kata Rommel dengan bijak kepada tahanan.

Saya langsung teringat ketika pertama kali bertemu sosok kapolres itu, dan dipergokinya dengan rokok di tangan.

“Lu masih ngerokok,” katanya dengan raut wajah yang seakan menyuruh saya berhenti. Jawab saya, “Insya Allah nanti ndan”.

Ruangan yang dipuji Rommel, hanya satu yakni ruangan Ka Sium Polsek Parenggean, yang meraih nominasi ruangan terbersih dalam sidak kala itu.

--page

Usai mengecek satu per satu ruangan, Rommel juga memeriksa kendaraan operasional di Polsek Parenggean. Dia tak ingin kendaraan itu berdebu karena hanya terparkir di mapolsek.

“Lebih baik terlihat kotor karena sering digunakan untuk patroli,” tuturnya.

Dalam sidak itu juga Rommel menekankan pentingnya anggota menjaga penampilan. Hal ini untuk mendukung sikap humanis kepolisian dalam melayani masyarakat. “Rapiin kumis sama jenggotnya,” pesannya kepada anggota.

Sidak hari itu pun berakhir, setelah bersilaturahim ke Koramil Parenggean, dengan suguhan beragam menu makanan minuman hingga buah-buahan. Dilanjutkan dengan Sholat Dzuhur berjamaah di masjid depan Polsek Parenggean, sebelum dua mobil yang kami tumpangi putar balik menuju Kota Mentaya.

“Ini namanya benar-benar sidak. Langsung dicek satu per satu ruangan. Biasanya sidak itu cuma ngobrol-ngobrol,” kata Didi Syachwani, dalam perjalanan pulang. (ANDRI RIZKY AGUSTIAN/B-11)