BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi mengimbau masyarakat agar berhati-hati menyikapi kabar di media sosial. Karena menurutnya ada sistem adu domba yang sengaja dibangun untuk memecah belah antarumat beragama.
"Kita harus pintar menggunakan media sosial, jangan mau diadu domba. Karena bisa saja ada sistem adu domba yanh dibuat oleh orang yang tidak bertanggungjawab," ujar Supian, Kamis (16/5/2018).
Dirinya menerangkan bahwa masyarakat harus jeli memahami berita-berita di media sosial seperti facebook, instagram, twitter, dan lainnya. Karena kalau sampai terpancing dan terjerumus dalam sistem adu domba tersebut, maka akan merusak situasi keamanan.
"Saat ini banyak pengguna sosial yang memakai akun palsu, dengan menulis status menghina salah satu agama dan bersifat sara. Sehingga jangan sampai terpancing akan hal tersebut," kata Supian.
Dirinya juga mengatakan jika ada masyarakat yang melihat adanya status yang mengarah pada adu domba antar umat bergama, ataupun suku. Maka segera laporkan kepada aparat kepolisian. Sehingga bisa langsung diberikan tindakan.
--page
Saat ini kemanan dan situasi kamtibmas di Kotim sangat kondusif, hal ini berkat peran para Ulama dan tokoh adat serta masyarakatnya. Kedepannya dia berharap kerja sama yang baik antar masyarakat bisa berjalan dengan baik. Sehingga kamtibmas dapat tercipta.
"Apabila ada permasalahan, maka segsra laporkan kepada aparat kepolisian," terang Supian. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








