SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sehari menjelang Ramadan 1439 H, sejumlah pasar tradisional di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dipadati konsumen untuk membeli daging (punggahan) dan bahan pokok lainnya untuk keperluan memenuhi kebutuhan bulan puasa yang dimulai, Kamis (17/5/2018 ).

Pantauan Borneonews.co.id, pasar yang dipadati maysarakat diantaranya adalah Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM), Pasar Sejumput Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, dan Pasar Keramat, Kecamatan Baamang. Akibatnya, lalulintas di sekitar pasar sempat macet. Juru parkir juga tampak kewalahan mengatur kendaraan pengunjung.

Seorang warga, M Hatta mengungkapkan, mayoritas warga yang  datang untuk membeli daging meugang dan kebutuhan pokok lainnya. Apalagi, berdasarkan pengalaman sebelumnya, pada dua hari pertama Ramadan biasanya pedagang libur. Sehingga, banyak masyarakat memilih berbelanja sekarang sebagai bekal sampai pedagang kembali berjualan.

"Ini sudah menjadi kebiasaan kami warga Sampit, dimana kami lebih awal membeli untuk persiapan bulan suci Ramadan," ujar Hatta, Rabu (16/5/2018). 

Dirinya menerangkan bahwa saat ini dirinya membeli sedikit daging dan juga sejumlah bahan pokok lain seperti telur, beras, dan juga sayuran dengan jumlah yang cukup banyak. Hal itu dilakukan agar stok sembako dirumahnya mencukupi lima hari hingga sepekan ke depan. 

--page

"Hal itu kami lakukan agar tidak capek lagi ke pasar. Kecuali bahan sudah mulai habis, baru pergi ke pasar kembali," kata Hatta. 

Selain Hatta, Emiyana juga mengatakan hal yang sama. Dimana dirinya juga sengaja pergi ke pasar untuk membeli kebutuhan pokok seperti bawang, cabai, beras, dan sejumlah bahan pokok lainnya. Hal itu dilakukannya juga sebagai cara untuk mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok saat Ramadan nantinya. 

"Mumpung belum ada kenaikan yang signifikan, jadi membeli bahan pokoknya dengan jumlah yang banyak. Sehingga stok tersebut bisa bertahan lama," kata Emiyana. 

Dirinya juga mengatakan bahwa sengaja membeli daging jelang Ramadan ini. Karena sudah menjadi tradisi yakni melaksanakan punggahan. Yang mana masyarakat mengonsumsi daging sebelum berpuasa. 

Mereka hanya berharap pada Ramadan kali ini harga kebutuhan pokok tetap setabil seperti hari biasanya. Sehingga tidak membebani kepada masyarakat. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)