BORNEONEWS, Kasongan - Guna menggali pendapatan asli daerah (PAD) jajaran Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Katingan turun langsung ke sejumlah pelosok.
Hal ini dilakukan untuk mendapatkan data Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perkotaan Perdesaan (PBB-P2) yang valid dan akurat.
Selain memutahirkan data, para petugas juga melayani pendataan objek pajak baru di wilayah hilir atau Selatan Katingan.
Kepala BPKAD Kabupaten Katingan, Roby melalui Kabid Pendaftaran, Pendataan, Penetapan Pajak, dan Retribusi Daerah BPKAD, Suryadi mengaku jika pihaknya sudah sejak dua pekan terakhir melakukan pendataan sekaligus pemutahiran data objek dan subjek PBB-P2 di wilayah Kecamatan Katingan Kuala dan Kecamatan Kamipang.
Menurutnya, di wilayah Kecamatan Katingan Kuala mereka melaksanakan kegiatan di Kelurahan Pagatan Hulu, Kelurahan Pagatan Hilir, dan Desa Kampung Keramat.di tempat ini mereka mendapatkan 1.156 objek pajak.
--page
Sedangkan di wilayah Kecamatan Kamipang sedikitnya ada delapan desa yang telah dilakukan pendataan. Yakni Desa Baun Bango, Galinggang, Tampelas, Parupuk, Karuing, Jahanjang, Tumbang Runen, dan Desa Asem Kumbang.
Di tempat ini tim berhasil mendata sebanyak 1.132 objek pajak.
"Pemutahiran ini sifatnya sangat penting dalam rangka mendapatkan data yang akurat atau terbaru. Sekaligus menggali potensi Pendapatan Asli Daerah khususnya PBB-P2," kata Suryadi, Rabu (16/5/2018).
Suryadi mengaku, dari kegiatan yang mereka lakukan itu, warga masyarakat maupun pemerintah desa/kelurahan menyambut cukup baik. Menurutnya, data PBB-P2 ini sifatnya sangat dinamis dan memiliki potensi perubahan data atau obyek pajak yang dapat berubah sewaktu-waktu.
Dia menggambarkan misalnya sebidang tanah yang tahun lalu masih berupa pekarangan, namun kini sudah berubah menjadi bangunan rumah. Adapun syarat yang diperlukan, yaitu bukti kepemilikan identitas subjek, seperti KTP, surat pernyataan tanah (SPT), sertifikat, dan sebagainya.
--page
"Berdasarkan pengamatan kami untuk kendala secara umum yakni kurangnya pemahaman dan wawasan masyarakat. Sebab masyarakat kebanyakan belum tahu akan pentingnya melapor maupun membayar PBB-P2. Padahal potensi pajak di sektor ini cukup besar menambah PAD Katingan," imbuhnya. (ABDUL GOFUR/B-5)








